Kasih Sayang Membawa Derita

Posted: 14 Mei 2010 in Cerita Hikmah
Tag:, , ,

Seorang ibu setengah baya, senantiasa bersusah payah mencari uang untuk membeli roti, ikan tuna, sandwich, coklat, juice jeruk dan berbagai makanan yang sangat lezat rasanya. Semuanya itu akan ia persembahkan kepada anak kesayangannya.

Perlahan, ibu yang penuh kasih ini menyeret tubuhnya berjalan pelan dan sangat menjaga agar rantang berisi makanan yang ia siapkan tidak tumpah dan jatuh ke jalanan. Pikirnya, biarlah aku yang terjatuh, asalkan bukan makanan dalam rantang ini.

Ketika  petang sudah datang, akhirnya dengan wajah berpeluh keringat, sang ibu tua berhasil mencapai tempat anaknya tinggal selama ini, berpagar tinggi dan bertembok besar. Ya, itulah penjara Las Vegas.

Setelah mendapat ijin dari sipir penjara, dengan suka cita ia menemui anaknya dan langsung membuka rantang makanan dan meletakkan makanan kesukaan anaknya dihadapan sang anak yang hanya diam termangu.

Sang ibu bertanya, “Mengapa diam saja nak? Makanan dan minuman apalagi yang kausuka? ibu akan bawakan besok hari, makanan apa saja yang engkau inginkan.”, Sang anak tetap diam dan merengut.  Dengan sabar sang ibu bertanya lagi, ” makanan apa yang engkau ingin ibu bawakan nak? ”  Sang anak menjawab, “Ibu tak perlu datang kesini lagi, aku tak perlu makanan ini, ibu tidak sayang padaku.”

“Janganlah engkau berkata begitu pada ibumu nak, Ibu sangat sayang padamu, dan makanan ini ibu berikan hanya untukmu sebagai tanda cinta dan sayang Ibu padamu.”

“Tidak!! Ibu tidak sayang aku, gara-gara ibu, maka aku sekarang berada dalam penjara yang suram ini. Mengapa ibu tidak pernah mengajarkan aku kebaikan, yang ibu tahu hanya memberi makanan saja. Dari kecil ketika aku mencuri di toko kue, Ibu hanya diam saja dan tak pernah berkata apa-apa, ibu tak pernah menasehati mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga ketika aku memiliki tabiat suka mencuri, maka tabiatku inilah yang membuat aku masuk penjara. Sungguh, Ibu tak sayang padaku. Dari kecil Ibu tak pernah mendidik aku”.

Sejenak sang Ibu terdiam, dan menghapus air matanya. Benar, ia terlalu sayang pada anaknya sehingga tidak pernah mendidik anak dan menasehati anaknya bila ada yang salah, Ibuitu hanya ingin melihat anaknya selalu senang sehingga akhirnya sang anak menderita karena belaian kasih sayang Ibu yang salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s