Curiga…

Posted: 9 Maret 2010 in Catatan Pribadi
Tag:

Waktu istirahat aku sempatkan jemput Kaila. Naik motor aku melewati jalan biasa. Tiba-tiba aku diberhentikan seorang ibu dengan anak laki-laki berumur tiga tahunan.

Ia mengutarakan maksudnya ingin pulang ke rumahnya di Cibinong, tapi ga punya ongkos. Benarkah ? Pikirku. Katanya ia baru saja mengunjungi saudaranya ngontrak rumah dekat sini, tapi sudah pindah. Ia agak bingung ketika aku tanya saudaranya ngontrak di sebelah mana. Wah, ada yang ga beres nih.

“Malu ga malu saya minta sekedar ongkos naik kereta.” Katanya. Tapi kok jalannya berlawanan dengan arah ke stasiun ya…Ketika aku tanya ia dengan siapa, ia menunjuk seorang ibu juga dengan anak yang sebaya anaknya. Ia bilang temannya itu mencari musholla, ingin bak (buang air kecil). Aku menunjukkan arah ke musholla. Mereka malah cuek aja. Saat ia mendesak agar diberi uang, aku bilang kalau aku ga bawa tas.

Akhirnya mereka beranjak pergi, aku pun melanjutkan perjalananku. Kalau mereka ga punya uang, kenapa aku lihat mereka semua menenteng es teh yang kelihatannya masih penuh. Sepertinya baru saja dibeli. Jadi curiga nih…

Komentar
  1. Yosafati mengatakan:

    Kiat orang untuk mendapatkan apa yang diingini bermacam-macam. Tidak jarang kita temui ada yang memakai nama agama atau Tuhan untuk meluluhkan hati kita.

    Syukur, bu guru curiga sehingga tidak diperdaya. Bagi saya, curiga semacam ini tergolong curiga kritis. Curiga ilmiah. Selamat ya bu guru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s