Belajar Dari Sebuah Pensil

Posted: 10 Desember 2009 in Catatan Pribadi
Tag:, , , , , , , ,

Siapa yang tidak kenal pensil ? Anak pra sekolah hingga orang dewasa pasti mengenalnya. Bentuknya yang bulat kecil dan memanjang itu sangat akrab di tengah-tengah kita. Mungkin banyak di antara kita yang tidak menyadari betapa besar nilai pensil kecil ini. Sosoknya sudah mengantarkan saya hingga seperti sekarang ini.. he…he…mungkin saya berlebihan ya.Tapi kalau dipikir-pikir ada benarnya juga loh… Dari saya sekolah Taman Kanak-kanak, SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi, hingga kini saya menjadi seorang pengajar, masih butuh loh dengan yang namanya pensil.

Ngomong-ngomong tentang pensil, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari sebuah pensil. Pertama, pensil mengingatkan kalau kita bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kita jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah dalam menjalani hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya.

Kedua, dalam proses menulis,  kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kita, dalam hidup ini kita harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik.

Ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.

Keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, bukan dzahirnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah mawas diri,  gali dan lejitkanlah potensi-potensi yang ada di dalam diri kita.

Terakhir,  sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga manusia, kita harus sadar kalau apapun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan kita yang dilakukan. Jangan sampai goresan kata dan tingkahlaku kita meninggalkan luka pada mereka yang ada di sekitar kita. Keluarga, teman, sahabat, bahkan orang-orang yang tidak kita sukai sekalipun.

Komentar
  1. aduyirt mengatakan:

    tulisan menarik dan inspiratif bu..baguss..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s