Si Cerdas Claresta

Posted: 21 November 2009 in Belajar Mengajar, Catatan Pribadi
Tag:,

Tahun ajaran baru ini aku diamanahi mengajar kelas 3 kembali. Hmm… bertemu dengan murid yang berbeda setiap tahunnya membuatku banyak belajar dari murid-muridku, baik yang sekarang ataupun murid yang aku ajar pada tahun-tahun sebelumnya.

Di kelasku saat ini, ada seorang anak pindahan. Claresta namanya. Ia pindah sekolah karena mengikuti ayahnya yang harus pindah tempat tugas. Yah…begitulah, masalah yang klasik, biasanya pindah tugas dibarengi dengan pindah tempat tinggal dan pindah sekolah bagi anak-anaknya.  Dahulu pun, kalau ayahku tidak pindah ke Jakarta, mungkin aku akan tetap bersekolah di Bogor, dan kemudian… entahlah.Apakah aku akan tetap jadi sosok ‘Rusmi’ yang sekarang ini..? Aku tidak tau. Itulah takdir kehidupan. Kita hanya menjalankannya saja.Kembali ke Claresta. Sebagai anak pindahan, awalnya mungkin agak berat ya… Harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan teman-teman yang sama sekali baru untuknya. Awal-awal agak bermasalah dengan teman kelompok tahfidznya yang notabene tidak sekelas, yah…namanya juga anak-anak. Alhamdulillah tidak berlangsung lama. Sesaat kemudian ia sudah bisa beradaptasi dan saat ini sedang asyik-asyiknya menjalin pertemanan dengan teman sekelas dan teman yang lainnya.

Ia cukup supel dan percaya diri.  Ia juga suka mambantu teman dan guru yang memintanya. Kemampuan akademisnya juga di atas rata-rata teman-temannya. Ia suka menganalisis dan kritis. Dari ungkapan-ungkapan dan argumennya, aku tau ia cukup luas wawasan pengetahuannya. Aku langsung jatuh hati padanya. Hmm… boleh juga ini anak.

Di lain kesempatan, Ia selalu ingin tampil menjadi yang terbaik. Namun kadang membuatnya agak kurang teliti… tapi ga papa sih, namanya juga belajar.

Sebagai anak tertua di keluarganya, karakter kepemimpinannya sudah mulai terlihat. Ia juga terkesan ‘ngemong’  dan sayang terhadap anak usia di bawahnya.

Suatu ketika, sang mama telpon, dari situ aku tau betapa ia bersemangat hadir lebih pagi ke sekolah untuk mengikuti program tahfidz pagi yang diadakan di sekolah kami. Sampai-sampai membuatnya harus ‘ngojek’ dari rumah ke sekolah. Karena kalau ikut jemputan mobil, bisa dipastikan ia datang  ‘on time’ sesuai jam masuk sekolah yaitu jam tujuh. Padahal, tahfidz pagi berlangsung sejak pukul 06.30. Ini memang program bagus untuk menguatkan dan menambah hafalan Quran anak-anak. Dan Claresta tau akan manfaatnya. Makanya ia agak ‘ngotot’ minta ke mama untuk bisa hadir saat tahfidz pagi.

Ayo sayang… tetap semangat ya… Ibu doakan semoga kau dapat mencapai cita-cita dan menjadi anak yang sholeha.  Menjadi kebanggaan buat mama dan papa.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s