Bagaimana Meminimalisir Persaingan Antar Saudara Kandung?

Posted: 22 April 2009 in Pendidikan Anak
Tag:,

gambar-rusmiPersaingan antara anak adalah hal biasa dalam sebuah keluarga. Apalagi jika sang anak baru mendapat ‘saingan’ dengan lahirnya si adik.  Namun jika tidak diminimalisir, akan menjadi bom waktu yang akan meledak menjadi perseteruan yang tidak sehat.

Karena itu mencegah lebih baik daripada mengobati, menurut Jerry Wyckoff dan Barbara C. Unell, masalah persaingan dengan saudara kandung dapat dicegah dengan beberapa cara, diantaranya :

1. Persiapkan anak anda sebelum adik bayinya lahir.

Katakan kepada anak apa yang akan terjadi dalam kehidupan sehari-hari setelah si adik lahir nanti. Ini akan memberikan pengertian bahwa si kakak diharapkan untuk membantu (tidak menjadi orang kedua) dan memposisikan si kakak pada bagian penting untuk mengasihi saudaranya dan memenuhi kebutuhannya, sama seperti anda.

2. Tetapkan sasaran persahabatan yang nyata

Orang tua tidak bisa mengharap si kakak akan memperlakukan adik yang baru lahir dengan lemah lembut. Karena walau bagaimanapun ia masih seorang anak yang mempunyai keinginan dan kebutuhan yang harus dipenuhi. Tunjukkan secara spesifik dalam memuji anak ketika mereka bermain bersama-sama dengan manis. Katakan bahwa anda menyukai cara anak bersahabat serta jelaskan bahwa bermain bersama itu sangat menyenangkan.

3. Rencanakan waktu untuk bersama dengan tiap-tiap anak

Sebanyak apapun anak anda, rencanakan waktu khusus untuk tiap-tiap anak. Misalnya saat memandikan, jalan-jalan ataupun pergi ke toko. Hal ini akan membantu orang tua untuk memusatkan perhatiannya pada satu orang anak saja dan pada kebutuhannya, sehingga orang tua dapat mengetahui perasaan dan masalah yang sedang dipikirkannya dan langsung mengambil tindakan yang dirasa perlu. Hal ini akan membuat si anak merasa diperhatikan.

4. Lakukan permainan dan berikan alternatif.

Jika anak-anak mulai menunjukkan sikap persaingan dan akan menjurus kepada perkelahian, orang tua bisa memberikan alternatif. Beri pilihan kepada anak. Jika anak bisa bermain bersama dan saling berbagi, maka permainan boleh dilanjutkan. Akan tetapi jika saling berebut dan bertangkar, maka mereka harus siap untuk dikucilkan. Biarkan anak yang memutuskan sehingga mereka akan belajar untuk mengendalikan kehidupan mereka sendiri dan siap menerima konsekuensi dari apa yang telah mereka putuskan.

5. Tidak memberi reaksi terhadap pengaduan

Untuk memperkuat posisinya di mata orang tua, anak-anak seringkali saling mengadukan satu sama lain. Oleh karena itu, orang tua harus bijak dengan tidak memperdulikan pengaduan tersebut. Ini dimaksudkan agar tidak ada permainan kekuasaan satu anak terhadap anak yang lainnya.

Namun adakalanya, orangtuanyalah yang meminta si sulung (misalnya) memberitahukan kepadanya tentang apa yang dilakukan si adik. Maksudnya mungkin baik, yaitu agar si adik tidak melakukan tindakan berbahaya. Tapi dengan begitu, berarti secara tidak sadar kita telah membiasakan anak-anak untuk mengadukan saudaranya.

Komentar
  1. dhina mengatakan:

    Kalau punya anak banyak repot ya bu, punya 2 aja sdh rame terus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s