Membangun Tradisi Mutu Di Sekolah

Posted: 4 April 2010 in Belajar Mengajar
Tag:,

Jika kita berbicara mutu sekolah, seberapa bermutukah sekolah yang ada di negara kita? Sebagian akan menjawab cukup bermutu, kurang bermutu atau bahkan tidak bermutu. Loh…memang apa sih ukurannya ? Suatu sekolah dinyatakan bermutu apabila kinerja sekolah tersebut mencapai standar dan dapat memberikan nilai lebih.

Berikut adalah refleksi pendidikan kita di Indonesia saat ini:

  • 60% lebih guru SD, 50% guru SMP dan 20% guru SMA masih under qualified (Dedi S, 2001)
  • Di lingkungan Depag, 60% guru madrasah (MI, MTs, MA) tidak memiliki kualifikasi yang memadai sebagai guru, sebanyak 20% guru salah kamar dan hanya 20% yang layak dari segi kualifikasi pendidikannya (Dedi S, 2001)
  • Guru tingkat dasar yang memenuhi standar kualifikasi pemerintah hanya 38% (World Bank 2001)
  • Saat ini ada 2.370.225 guru di Indonesia yang harus diertifikasi. Untuk guru TK hanya 8,4%, SD hanya 8,9%, MP hanya 51,3% dan SMA hanya 71,8% yang sudah memenuhi kualifikasi akademik yang diamanahkan UU guru & dosen (balitbang 2005)
  • Banyaknya sekolah roboh di negeri ini adalah gambaran dari robohnya bangsa

Ada tiga hal yang mempengaruhi mutu sekolah, yaitu :

  1. Guru yang profesional
  2. Kepala sekolah yang handal
  3. Sistem manajemen mutu

Jika ketiga faktor di atas sesuai standar atau bahkan dapat memberikan nilai lebih, maka insyaalloh mutu sekolah di Indonesia akan terus menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s