Kembangkan kemampuan anak didik kita, kuburlah ketidakmampuan mereka…
Bagi para pendidik, termasuk guru dan orang tua, istilah Multiple Intelligence bukanlah hal baru. Sebelum kita mengenal Multiple Intelligence, kita mengenal tes IQ yang diciptakan oleh Alfred Binet pada tahun 1905. Tes ini memberikan opini kepada masyarakat bahwa kecerdasan itu dapat diukur secara obyektif dan dinyatakan dalam satu angka yaitu nilai IQ.
Tahun 1963, Prof. Samuel Kirk dari University of Illinois Chicago Amerika mendirikan The Association for Children with Learning Disabilities. Kirk mengembangkan konsep bahwa anak harus ditemukan kelemahannya, dan diberi label : LD, ADD, dan ADHD.
Kemudian pada tahun 1983 muncullah Howard Gardner seorang psikolog dari Harvard University yang mempersoalkan tentang makna “kecerdasan” dan validitas tes IQ serta labelisasi Disability Learning. Gardner mengemukakan beberapa kritik dan alasan mengapa Multiple Intelligence-lah yang cocok diterapkan untuk mengembangkan kemampuan seorang anak didik.
- Pengertian Multiple Intelligence
- Kritik Terhadap Tes IQ
- Mengenal 8 Kecerdasan Anak
- Cara Mengetahui Kecerdasan Anak
- Ciri-Ciri Dari 8 Kecerdasan Anak





bagaimana penjelasan ld, add & adhd samuel kirk?